VIVABOLA

Ramadhan Bagi Pemain Muslim di Eropa

Tak mudah menjalani puasa di benua yang memiliki waktu berbuka pukul 21.00 itu.
Senin, 24 Agustus 2009
Oleh : Edwan Ruriansyah, Zika Zakiya
Frederic Kanoute (kiri) dan Luis Fabiano

VIVAnews - Bulan suci Ramadhan tengah dijalani kaum muslim di seluruh dunia. Tak terkecuali buat para pemain yang membela klub-klub besar di Liga-liga Eropa.

Tak mudah menjalani puasa di benua yang memiliki waktu berbuka pukul 21.00 itu. Apalagi, mereka diharuskan menjalani latihan dan pertandingan seperti biasa. Tengok saja contoh kasus terbaru gelandang Inter Milan, Sulley  Ali Muntari.

Pemain asal Ghana itu harus ditarik pelatih Jose Mourinho di babak kedua saat melawan Bari. Dampaknya lumayan fatal karena hilangnya Muntari berbuah gol balasan dari Bari. Inter pun harus puas berbagi angka 1-1 di laga pertama Serie A musim ini.

Muntari bukan satu-satunya pemain muslim di Serie A. Masih ada 'Momo' Sissoko dan Hassan Salihamidzic di Juventus. Sedangkan di English Premier League, jumlah pemain muslim lebih banyak lagi.

Premier League

Minimal ada 11 pemain muslim yang tercatat di Premier League. Nicolas Anelka dan Salomon Kalou di Chelsea. Robin Van Persie, Samir Nasri dan Abou Diaby di Arsenal.

Radhi Abdel Majed Jaidi (Birmingham City), Hossam Ghaly (Tottenham Hotspur), Ahmed 'Mido' Hossam (Middlesborough), Habib Kolo Toure (Manchester City), El Hadji Diouf (Bolton Wanderers) dan Diomansy Kamara (Fulham).

Anelka mulai memeluk Islam ketika pindah ke Inggris untuk membela Manchester City. Pria plontos itu bahkan punya nama muslim, Abdul-Salam Bilal. Setelah berdiskusi dengan beberapa teman, Anelka akhirnya mengucap dua kalimat syahadat di Arab Saudi.

Lain lagi dengan Van Persie. Sampai saat ini pria asal Belanda itu belum pernah mengatakan dengan pasti kepercayaannya di depan media. Islam sendiri mulai lekat dengannya setelah Van Persie memiliki kekasih asal
Maroko.

Sementara itu, Toure dan beberapa pemain bernama Islam lainnya memang sudah jadi muslim sejak lahir. Mereka lahir dari negara yang mayoritas masyarakatnya memeluk Islam.

La Liga

Beralih ke Spanyol (La Liga), ada Frederick Kanoute yang membela Sevilla. Yaya Toure dan Zlatan Ibrahimovic (Barcelona), serta Mahamadou Diarra (Real Madrid). Kanoute merupakan pemain berdarah Mali.

Striker bertinggi 193 cm itu baru memeluk Islam pada usia 20 tahun dan cukup fanatik. Ia pernah menolak untuk mengenakan seragam Sevilla yang berlogo sebuah rumah judi ternama.

Namun, Kanoute berhasil mencapai kesepakatan dengan rumah judi tersebut. Kanoute setuju memakai baju itu asalkan sang sponsor menyumbang 700 ribu dolar AS (Rp 7 miliar) ke sebuah masjid di Sevilla.

Ibrahimovic memiliki cerita lain lagi. Pria asal Swedia itu merupakan keturunan Bosnia-Kroasia. Namun, Ibra sepertinya kurang lekat dengan kebudayaan Islam. Pria jangkung itu kerap keluyuran malam dan mengonsumsi alkohol. Jadi agak sulit diprediksi apakah di bulan suci Ramadhan ini Ibra ikut berpuasa.

Ada satu nama lagi yang tak bisa dilupakan sebagai muslim berpengaruh di pentas sepakbola dunia. Dia lah Zinedine Yazid Zidane. Penyabet tiga kali Pemain Terbaik Dunia itu lahir dari orangtua berdarah Aljazair.

Namun sama seperti Ibra, ketaatan Zizou pada Islam agak dipertanyakan. Zizou juga menikah dengan seorang perempuan non muslim yang kabarnya pernah menjadi penari klub. Dari Véronique, Zizou sudah dikaruniai empat orang anak. Dua di antaranya pernah diajak ke Indonesia ketika Zizou berkunjung ke Tanah Air.

TERKAIT
TERPOPULER