VIVABOLA

El Clasico, Final Kepagian Copa Del Rey

Laga semifinal nanti pun layaknya final kepagian.
Senin, 25 Februari 2013
Oleh : Anry Dhanniary
Laga Madrid kontra Barcelona di Copa Del Rey leg pertama

VIVAbola - Pecinta sepakbola bakal kembali disajikan laga panas El Clasico pada pertengahan pekan ini. Bentrok antara Real Madrid dan Barcelona edisi ke-37 di leg 2 semifinal ajang Copa Del Rey nanti, menjadi pertaruhan wajah Los Blancos di ranah Spanyol. Laga semifinal nanti pun layaknya final kepagian.

Memasuki musim 2012-13 dengan status juara bertahan La Liga dan tim tersubur dalam sepanjang sejarah Liga Spanyol, Madrid malah terseok-seok dan terlihat amat tumpul. Mereka pun hanya sanggup menduduki peringkat 3 klasemen sementara. Madrid bahkan kesulitan menyaingi rival sekota, Atletico Madrid, di papan klasemen.

Saat ini, juara Eropa 9 kali itu tertinggal 16 poin dengan hanya 15 laga sisa. Kesempatan memang masih terbuka. Namun, tampaknya Mourinho sudah tidak bernafsu lagi mengejar trofi Liga. Sang Pelatih pun sempat menyatakan sudah "lempar handuk" dalam misi mempertahankan gelar.

"Gelar La Liga sangat mustahil. Selisih dengan Barcelona terlalu besar dan kami harus fokus untuk mengejar tujuan lain. Kami tidak boleh terobsesi dengan tujuan karena hal itu sulit bagi kami," ujar Mou, saat Barca menelan kekalahan perdana dari Real Sociedad, Januari lalu.

Target gelar juara Madrid pun berpaling pada impian "La Decima" (gelar ke-10) di kancah Eropa dan Copa Del Rey untuk meredam hegemoni Barcelona di "Negeri Matador". Usai merebut hasil imbang 1-1 di leg 1 di Santiago Bernabeu, keseriusan Mou untuk merebut trofi Del Rey pun tampak pada laga melawan Deportivo La Coruna, akhir pekan ini.

Simpan CR7 Demi El Clasico
Pada kemenangan 2-1, Sabtu kemarin, Mourinho memutuskan untuk mencadangkan trio motor lini tengah. Cristiano Ronaldo, Mesut Oezil dan Sami Khedira diparkir di bangku cadangan demi menjaga kebugaran jelang leg 2 Copa Del Rey, Selasa 26 Februari 2013 atau Rabu dini hari WIB. Mereka baru turun di babak II.

Imbasnya, Madrid hampir menelan kekalahan. Tertinggal lebih dulu oleh gol Riki di menit ke-34, beruntung mereka mempunyai Kaka yang tampil menawan. Gol akuratnya berbuah gol penyeimbang sebelum Gonzalo Higuain memastikan kemenangan Madrid.

Meningkatnya performa Kaka membuat Mourinho punya opsi dalam membangun skema serangan menyerang kontra Barca nanti. Meski baru mencetak tiga gol dan jarang tampil, gelandang serang asal Brasil ini menyatakan siap membayar kepercayaan Mourinho jika diturunkan.

"Kondisi saya semakin baik, dan saya rasa semuanya terus berkembang. Saya bahagia membantu tim dan jika pelatih membutuhkan, maka saya akan di sana," ujar Kaka usai laga.

Selain bugarnya pemain-pemain penting mereka, komposisi pemain Madrid pun bisa bertambah lengkap pada leg 2 nanti. Menurut situs resmi Real Madrid, Xabi Alonso dan Karim Benzema sudah kembali berlatih usai mengalami cedera. Keduanya mungkin bisa tampil saat bertandang ke Barca nanti.

Namun, lini pertahanan Madrid dipastikan masih akan kehilangan Iker Casillas dan Sergio Ramos. Kapten sekaligus kiper Los Blancos masih menjalani rehabilitasi cedera jari, sedangkan Ramos masih menjalani sanksi larangan bertanding.

Diego Lopez kemungkinan besar akan diplot mengisi posisi Casillas. Penampilan kiper yang baru bergabung Januari lalu ini cukup stabil. Sedangkan Raphael Varane akan kembali diberikan kesempatan menggantikan Ramos. Pemuda Prancis ini juga disimpan saat melawan La Coruna.

Barca Juga Menyimpan Bintangnya
Ternyata strategi serupa pun dilakukan pihak lawan jelang laga penting nanti. Barcelona juga menyimpan pemain-pemain pilarnya saat laga melawan Sevilla, Sabtu kemarin. Pada kemenangan 2-1 itu, Blaugrana tak menurunkan Jordi Alba, Xavi Hernandez, Pedro dan Sergio Busquets sejak awal pertandingan.

Meski tampil di kandang sendiri dan memiliki kondisi statistik masih lebih baik daripada Madrid, Barcelona tidak ingin gegabah melangkah ke laga panas dan sarat gengsi nanti.

Lionel Messi sudah tak sabar memperkuat Barcelona di laga leg 2 semifinal Copa del Rey melawan musuh bebuyutan, Real Madrid. Striker internasional Argentina ini tidak mengharapkan hasil imbang.

Hasil imbang 1-1 di laga leg 1 di markas Madrid, Santiago Bernabeu, juga menguntungkan bagi Barcelona. Tim besutan Tito Vilanova sesungguhnya hanya membutuhkan hasil imbang tanpa gol untuk merebut tiket ke final.

Namun, Messi tidak menginginkannya. “Kondisi saya baik dan selalu ingin bermain. Kami juga harus tampil seperti biasanya saat menghadapi Madrid di Copa. Kami tidak ingin hasil imbang 0-0,” ujar Messi.

Tidak hanya Messi, gelandang bertahan Barca, Javier Mascherano, pun mendekati laga nanti layaknya sebuah laga final. Kompatriot Messi itu pun mengingatkan timnya harus bertahan dengan baik jika ingin menang.

"Pada laga nanti, menurut kami itu final. Madrid lawan yang luar biasa, tapi kami harus menuntaskan tugas ini. Kami bersikap positif jelang laga itu," kata Mascherano, seperti dilansir Football-Espana.

"Bertahan adalah satu sisi yang harus kami perbaiki. Kami sudah melakukan segalanya agar tidak kebobolan. Tapi, kadang situasinya terlalu sulit," tambah pria Argentina itu.

Memang lini belakang Barca menjadi titik lemah belakangan ini. Karena kebobolan oleh Sevilla pada laga semalam, tim asuhan Tito Vilanova itu berarti selalu kebobolan dalam 11 laga terakhir. Bukan catatan manis buat Barca jelang laga kontra Madrid.

Taktik Baru Roura Jelang Laga Milan
Ada yang lain pada susunan tim Barcelona melawan Sevilla semalam. Selain tidak tampilnya pilar-pilar mereka, David Villa juga dipercaya tampil sejak awal dan menjadi ujung tombak Blaugrana bersama Messi.

Taktik ini digunakan dalam mempertajam lini serang Barca yang kerepotan saat dikalahkan AC Milan pada leg pertama 16 besar Liga Champions, tengah pekan lalu. Saat itu, Messi dan kawan-kawan sangat kerepotan oleh pertahanan grendel pasukan San Siro.

Diturunkannya Villa pada laga Sevilla bisa menjadi taktik anyar Barca untuk memperuncing serangan. Tidak ada penyerang murni yang diturunkan skuad Camp Nou selama ini membuat alur mereka monoton.

Penampilan Villa pun cukup menjanjikan. Meski tidak mencetak gol, kehadiran pencetak gol tersubur di Timnas Spanyol itu membuat perubahan signifikan dalam sisi penyerangan Barca. Sekarang mereka tidak selalu coba menusuk ke dalam kotak penalti.

Strategi seperti ini tampaknya akan kembali diturunkan Jordi Roura saat leg kedua kontra Madrid nanti. Sang pelatih sementara itu ingin mengasah kemampuan Villa sebelum bermain di laga penentu melawan Milan, pekan depan. Skema ini juga bisa saja menjadi faktor pembeda pada laga kontra Madrid nanti. Jika cocok, bisa saja Villa akan tampil di leg kedua Liga Champions nantinya.

Head-to-head Real Madrid Vs Barcelona di 5 laga Copa Del Rey terakhir:

1992-93: Madrid menang
Semifinal leg pertama: 1-1
Semifinal leg kedua: 1-2

1996-97: Barcelona menang
16 besar leg pertama: 2-3
16 besar leg kedua: 1-1

2010-11: Madrid menang
Final: 1-0

2011-12: Barcelona menang
Perempat-final leg pertama: 1-2
Perempat-final leg kedua: 2-2

2012-13:
Semifinal leg pertama: 1-1
Semifinal leg kedua: ? - ? (Baru akan main Kamis dini hari WIB mendatang)

Statistik kedua tim di El Clasico Copa Del Rey:
Madrid menang: 10 kali
Imbang: 7 kali
Barcelona menang: 14 kali
Gol yang dicetak Madrid: 59 buah
Gol yang dicetak Barcelona: 61 buah (one)

BACA JUGA:

Angka Keramat 999 Ryan Giggs

Robin Van Persie Sembuh Saat MU Vs Madrid

Duel Persib Vs Persija Terancam Tanpa Penonton

Karena Model Seksi, Penyerang Napoli Pindah ke PSG

Gaun Menggoda Pasangan Ronaldo

TERKAIT
TERPOPULER