VIVABOLA

Rijsbergen Kritik Pemain Timnas Indonesia

Pemain Indonesia dianggap Rijsbergen berperilaku seperti Diva yang cepat sekali menyerah.
Kamis, 22 September 2011
Oleh : Haryanto Tri Wibowo
Wim Rijsbergen

VIVAnews - Pelatih tim nasional Indonesia, Wim Rijsbergen, mengkritik tingkah laku sejumlah anak asuhnya. Pelatih asal Belanda itu menilai pemain Indonesia manja.

Rijsbergen mengungkapkan hal tersebut dalam wawancara dengan salah satu suratkabar Belanda, De Pers. Seperti yang dilansir situs Radio Nederland Wereldomroep, Rijsbergen menganggap pemain-pemain Indonesia berperilaku seperti Diva yang cepat sekali menyerah.

"Mereka (PSSI, red.) menaruh harapan tinggi pada saya, tapi saya dikasih seleksi pemain yang tidak fit. Ketika saya harus mengayomi anak-anak ini lima hari menjelang pertandingan penting, mereka sudah berminggu-minggu tidak latihan," ujar Rijsbergen dalam wawancara dengan De Pers,

Rijsbergen kemudian mengkritik tindakan striker Boaz Solossa yang memilih tidak ikut dengan tim saat menghadapi laga pertama Grup E Pra Piala Dunia 2011 melawan Iran. Rijsbergen menilai Boaz malas ikut tim ke Iran. Padahal sebelumnya Boaz mengaku tidak ikut ke Iran karena ada urusan keluarga.

"Pada pertandingan berikut (melawan Iran), pemain unggulan pergi, terkait masalah pribadi. Konyol. Ia (Boaz) sebenarnya malas berangkat ke Teheran. Setelah itu, dua pemain lain hengkang, begitu saja," papar Rijsbergen.

Rijsbergen juga kecewa dengan rumor adanya tujuh pemain yang berencana mogok bermain selama dirinya masih melatih. Rumor ini muncul pasca-kekalahan timnas Indonesia senior dari Bahrain 2-0, 6 September 2011.

Saat itu Rijsbergen menyalahkan kualitas pemain atas kekalahan dari Bahrain. "Mereka susah sekali menerima kebenaran. Saya sangat terbuka kepada pemain saya. Saya berusaha supaya permainan mereka lebih baik. Bahwa mereka kemudian marah dan mogok, itu sangat mengecewakan," papar Rijsbergen.

"Mereka datang terlambat pada latihan, bahkan sampai empat hari. Jelas saya mengangkat masalah itu," lanjut Rijsbergen.

De Pers sendiri mengkritik sikap pemain Indonesia. Suratkabar Belanda ini bersikap negatif terhadap sejumlah pemain Merah Putih. De Pers menilai sejumlah pemain Indonesia lebih sibuk mengurus gaya rambut ketimbang pertandingan.

Irfan Bachdim juga kena kritik. Pemain Persema Malang itu dinilai lebih sibuk dengan karier filmnya ketimbang sepakbola.

TERKAIT
TERPOPULER