VIVABOLA

Jawaban Misteri Tikus Moncong Babi di Lampung

Subakir minta warga jangan termakan isu mistis, bahwa hewan aneh itu jelmaan babi ngepet.
Rabu, 21 September 2011
Oleh : Elin Yunita Kristanti
Hewan aneh di Lampung

VIVAnews -- Seekor binatang aneh menggegerkan warga Lampung Selatan. Badannya sebesar kucing, berkulit seperti landak, buntut mirip tikus, tapi moncong dan telinga serupa babi.

Binatang itu ditangkap warga pada Minggu malam sekitar pukul 20.00 WIB. Warga yang kebingungan dengan rupa tak biasa hewan itu mengaitkannya dengan mistis: dianggap jelmaan babi ngepet -- siluman babi yang mencuri uang dengan cara menggesek-gesekkan tubuhnya ke pintu atau tembok. Banyak warga yang mencoba memancing hewan itu dengan uang, untuk melihat reaksinya.

Mendengar heboh soal hewan aneh itu, Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Lampung segera turun ke lapangan. Selasa sore, mereka mendatangi rumah warga di Dusun Candimas II, tempat hewan itu dikerangkeng. Apa hasil pemeriksaan itu?

Humas BKSDA, Subakir mengatakan, setelah melihat langsung, tim membuat kesimpulan sementara. "Setelah kami melihat langsung, kami memiliki kesimpulan sementara bahwa itu hanya tikus besar biasa, hanya saja memiliki kelainan genetis di moncongnya yang memang mirip babi," kata Subakir, saat dihubungi VIVAnews.com, Selasa 20 September 2011 malam. 

Dia menambahkan, kesimpulan demikian didapat, salah satunya berdasarkan pengamatan anggota tim yang berasal dari daerah lain di luar Lampung, seperti Sulawesi. "Kata salah satu anggota tim yang dari Sulawesi, binatang seperti itu juga ada di sana, bahkan biasa dikonsumsi. Namun jenis tikusnya belum bisa dipastikan," ujarnya.

Bagaimana dengan kemungkinan binatang tersebut adalah Solenodon, mamalia kecil yang berasal dari Kuba dan Hispanola?

Menurut Subakir, itu belum bisa dipastikan. "Tim kami juga belum bisa memastikan kalau binatang itu adalah jenis Solenodon langka seperti yang selama ini diberitakan ada di Kuba," paparnya.

Meski sudah mendapat kesimpulan sementara, bukan berarti tim berhenti mencari tahu. Subakir mengatakan, penelitian lebih lanjut terus dilakukan. Dengan bantuan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). BKSDA mengirimkan sampel foto ke LIPI untuk diteliti lebih lanjut. "Kami tidak bisa diperbolehkan oleh warga untuk membawa binatang tersebut, jadi hanya mengirim contoh fotonya," tambahnya.

Jika nantinya terbukti binatang tersebut merupakan jenis binatang langka Solenodon, maka bisa saja langsung di amankan BKSDA sesuai dengan UU No. 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Sementara, terkait dugaan warga yang menganggap binatang tersebut adalah jelmaan babi ngepet, Subakir meminta masyarakat jangan termakan oleh isu mistis seperti itu. "Masyarakat jangan termakan isu klenik, kita tunggu saja hasil penelitian dari LIPI," pungkasnya.

Laporan: Andry Kurniawan | Lampung

TERKAIT
TERPOPULER