VIVABOLA

Mengapa Malaysia Tak Ikut Tren Naturalisasi

Malaysia lebih suka mengembangkan atlet dari bibit pemain lokal.
Minggu, 12 Desember 2010
Oleh : Zika Zakiya
Pemain Malaysia (biru)

VIVAnews - Tren naturalisasi pemain asing menjadi fenomena baru di ajang Piala AFF 2010. Indonesia, Thailand, Singapura, dan Filipina menerapkan hal ini dan membawa perkembangan baru dalam sepakbola di Asia Tenggara.

Indonesia memiliki  Cristian Gonzales yang berasal Uruguay. Gonzales, ditambah sokongan pemain lokal tentunya, jadi salah satu kunci lolosnya Indonesia ke babak semifinal. Sama dengan Filipina yang memiliki sembilan pemain berdarah asing dalam timnya yang juga lolos ke babak empat besar.

Namun tren ini tidak akan diikuti oleh Malaysia. Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia Datuk Seri Ahmad Shabery Cheek menegaskan hal ini sebelum negaranya bertanding di babak semifinal melawan Vietnam pada 15 Desember 2010 mendatang.

"Program pengembangan kami berjalan dengan sangat baik saat ini," kata Shabery seperti dilansir situs resmi Asean Football, Sabtu 11 Desember 2010.

"Meski kami memutuskan untuk bertanding tanpa tenaga asing, sudah terbukti kalau kami menjadi contoh yang baik dan meraih kesuksesan," tambahnya. 

Malaysia, ujat Shabery lagi, lebih suka mengembangkan atlet dari bibit pemain lokal. Sebab efek dan hasilnya akan dirasa lebih lama dan membuat Malaysia tidak terlalu tergantung dengan pemain asing.

Malaysia sendiri berhasil lolos ke babak semifinal Piala AFF 2010 dengan status Runner Up Grup A, di bawah Indonesia. Sama seperti Indonesia, Malaysia juga belum pernah jadi juara Piala AFF. Prestasi terbaik Negeri Jiran cuma sekali jadi peringkat dua di tahun 1996. Sedangkan Indonesia sudah tiga kali masuk babak final, namun selalu gagal meraih jadi juara.

TERKAIT
TERPOPULER