VIVABOLA

Inilah Stadion Bebas Banjir di ISL 2010/2011

Stadion Palaran, GBK, Gelora Bumi Kartini, Jakabaring, & Mandala bebas banjir.
Kamis, 30 September 2010
Oleh : Toto Pribadi, Marco Tampubolon

VIVAnews - Hujan menjadi ancaman baru bagi penyelenggaraan Liga Super Indonesia (ISL) 2010/2011. Buruknya drainase sebagian besar stadion milik peserta ISL menjadi penyebab utamanya.

Laga Semen Padang vs Persipura, Senin, 26 September lalu terhenti selama hampir sejam. Pemicunya adalah kondisi lapangan yang tergenang air akibat besarnya volume hujan yang mengguyur Padang dan sekitarnya.

Menurut CEO PT Liga Indonesia, kondisi ini juga akan mengancam 13 stadion milik peserta ISL lainnya. Buruknya drainase masing-masing stadion membuat lapangan memburuk saat curah hujan meningkat.

Meski demikian, ternyata masih ada lima stadion yang bernasib lebih baik karena memiliki drainase yang baik. Masing-masing adalah Stadion Palaran, Gelora Bung Karno (GBK), Gelora Bumi Kartini, Jakabaring, dan Mandala.

Berikut Profil Singkat Kelima Stadion Tersebut

Stadion Gelora Bumi Kartini (Jepara)
Stadion ini merupakan stadion multi-fungsi yang terletak di Jepara, Jawa Tengah. Stadion dengan kapasitas 20 ribu penonton ini merupakan markas dari Persijap Jepara sejak 2008 lalu.

Sebelumnya Laskar Kalinyamat menggunakan Stadion Kamal Djunaedi. Namun untuk memenuhi standar ISL, maka Persijap pun memilih pindah ke stadion yang dibangun dengan biaya Rp12 Miliar ini.

Stadion Utama Gelora Bung Karno (Jakarta)
Stadion ini adalah yang termegah di Indonesia. Dibangun pada pertengahan 1958 menggunakan kredit lunak dari Unisoviet, SUGBK telah digunakan saat Asian Games 1962 dan Ganefo 1963.

Di masa orde baru, stadion ini sempat berubah nama menjadi Stadion Utama Senayan. Namun pada era reformasi, namanya dikembalikan ke nama aslinya melalui Surat Keputusan Presiden No.7/2001.

Stadion ini merupakan salah satu stadion terbesar yang ada di dunia. Awalnya stadion yang berada di kawasan Senayan, Jakarta Pusat ini mampu menampung hingga 100 ribu penonton.

Renovasi kemudian dilakukan jelang Piala Asia 2007. Saat ini stadion hanya mampu menampung sekitar 88 ribu penonton saja.

SUGBK merupakan markas Persija Jakarta sejak pertama kali tampil di ISL dua tahun lalu. Sebelumnya Macan Kemayoran menggunakan Stadion Lebak Bulus yang hanya memiliki kapasitas 12 ribu penonton.

Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (Palembang)
Stadion Gelora Sriwijaya merupakan stadion multifungsi terbesar ketiga di Indonesia setelah Stadion Utama Gelora Bung Karno dan Stadion Palaran. Stadion ini berada di kota Palembang, Sumatera Selatan.

Stadion yang dikenal dengan nama Stadion Jakabaring ini juga diakui sebagai salah satu stadion terbaik yang bertaraf internasional. Dibangun untuk menyambut Pekan Olahraga Nasional (PON) XVI 2004 lalu.

Stadion dengan luas lahan sekitar 40 hektar ini mampu menampung hingga 36.000 - 40.000 orang dengan 4 tribun bertingkat yang mengelilingi lapangan (A, B, C dan D) . Tribun utama di sisi barat dan timur (A dan B) dilindungi atap dan ditopang 2 pelengkung (arch) baja berukuran raksasa.

Bentuk atap stadion merupakan simbol kejayaan kerajaan Sriwijaya di bidang maritim yang dilambangkan oleh bentuk perahu dengan layar terkembang. Stadion ini dibangun 23 Januari 2001 lalu.

Stadion Jakabaring merupakan markas Sriwijaya FC. Rekor penonton terbanyak di stadion ini tercipta saat Laskar Wong Kito menjamu Persija Jakarta pada Liga Super Indonesia (ISL) 2008/2009 lalu.

Jumlahnya melebihi penonton yang hadir pada pembukaan PON 2004.

Stadion Palaran (Samarinda)
Stadion yang berada di Kalimantan Timur ini merupakan stadion terbesar kedua yang ada di Indonesia. Dibangun jelang PON XVII 2008 lalu, stadion berkapasitas 60 ribu penonton ini menjadi markas Persisam Samarinda.

Stadion ini digunakan sebagai venue bagi pembukaan dan penutupan PON XVII 2008. Selain itu stadion ini juga ditunjuk oleh PSSI menggelar babak final dan 8 besar Divisi Utama Liga Indonesia 2008.

Stadion Mandala (Papua)

Stadion ini merupakan markas Persipura Jayapura. Stadion yang berada di Jayapura ini baru saja direnovasi untuk memenuhi standar yang ditetapkan oleh Konfederasi Sepakbola Asia (AFC).

Renovasi stadion kabarnya menelan dana hingga 27 milliar. Perwakilan AFC telah meninjau stadion ini pada 8 Januari 2010 lalu.

Awalnya stadion Mandala memiliki kapasitas 30.000 tempat duduk. Setelah renovasi, kapasitas ditingkatkan menjadi menjadi 50.000 tempat duduk dan berpeluang menjadi stadion terbesar di kawasan Timur Indonesia.

TERKAIT
TERPOPULER